Guru PAI dan Bahasa Arab MIN 1 Gunungkidul Ikuti Seminar Motivasi
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab MIN 1 Gunungkidul mengikuti Seminar Motivasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah 1 Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang bertajuk "Menjadi Guru Terbaik Bagi Gen Alpha: Beda era, Beda cara" ini berlangsung pada Senin (29/9/2025) pagi di Aula Bank Daerah Gunungkidul, Wonosari, dengan tujuan membangkitkan semangat dan inovasi mengajar para pendidik.
Seminar yang disampaikan oleh narasumber yang dikenal sebagai "Bunda Cinta" tersebut, berfokus pada pentingnya memotivasi diri sendiri sebagai guru. Intinya, madrasah yang menghasilkan murid luar biasa, istimewa, dan hebat harus dimulai dari guru yang luar biasa pula. Hal ini ditekankan dengan perlunya kolaborasi tiga aspek: sekolah, masyarakat, dan orang tua. Guru diajak untuk tidak hanya baik sebagai pendidik, tetapi juga baik sebagai orang tua di rumah.
Narasumber memaparkan bahwa kunci untuk dapat bekerja dengan senang adalah dengan menyamakan persepsi, yakni bahwa bekerja harus dilandasi dengan rasa senang, bahagia, bangga, dan cinta. Filosofi ini diperkuat dengan prinsip 3M: Menerima, Mensyukuri, dan Menikmati. Guru didorong untuk senantiasa menunjukkan senyum pelayanan yang ramah kepada customer utama, yaitu para siswa.
Guru masa kini, atau Guru Jaman Now, harus mengurangi kebiasaan berkata "Dulu..." kepada siswa. Narasumber menyarankan agar ketika berhadapan dengan Generasi Alpha yang melek teknologi, guru harus lebih banyak bercerita tentang indahnya masa depan. Guru harus menjadi penyebar energi positif di dalam kelas, menularkan emosi senyum, bahagia, dan rasa cinta agar sekolah terasa seperti taman bagi siswa. Konsep ini membangun pondasi bagi siswa untuk senang belajar, dengan kalimat motivasi bahwa Pendidikan adalah cara efektif untuk meningkatkan kualitas diri dan memutus rantai kemiskinan.
Inti materi seminar hari itu berfokus pada adaptasi guru terhadap Generasi Alpha yang merupakan technology native. Anak-anak ini menyukai gawai (gadget) yang berwarna-warni, dinamis (bergerak), dan mengeluarkan suara. Oleh karena itu, guru masa kini tidak boleh menjadi pengajar yang grayscale, monoton, atau statis. Guru harus minimal menarik dari penampilan, suaranya membuat anak-anak tertarik, baru kemudian masuk ke materi pelajaran.
Selain itu, pentingnya sinkronisasi antara indera penglihatan dan pendengaran ditekankan sebagai metode belajar yang efektif bagi Generasi Alpha. Dalam konteks penggunaan gawai, orang tua memiliki hak untuk mengatur dan mengelola waktu gadget anak, salah satunya dengan menerapkan 18-20 Rule, yaitu tidak menggunakan gawai dari pukul 18:00 sampai 20:00.
Di sesi tanya jawab, guru MIN 1 Gunungkidul, Mohamad Akyas, menanyakan cara mengelola pasang surut motivasi dalam hidup. Narasumber menjawab dengan tegas bahwa pengendalian diri (self-control) sepenuhnya ada di tangan masing-masing individu. "Kita yang memegang kendali atas suasana hati kita sendiri," jawabnya. Hal ini diperkuat dengan pentingnya mindset positif dan self-affirmation karena "you are what you think, you are what you say". Seminar ditutup dengan pesan kuat agar guru terus memotivasi murid agar menjadi "anak baik" yang menebarkan kebaikan. (aky)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Belajar 'Nembang Macapat' menanamkan karakter luhur Budaya Jawa
Ngawen, MIN 1 Gunungkidul --- Pembelajaran karakter dan perilaku di madrasah bisa didapatkan dari sisi manapun. Selain kegiatan pembiasaan agama yang sudah berjalan. MIN 1 Gunungkidul j
MIN 1 Gunungkidul mengikuti Lomba Event Kompetisi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Gunungkidul
Ngawen,MIN 1 Gunungkidul --- Empat siswa MIN 1 Gunungkidul turut berpartisipasi dalam Event Lomba Kompetisi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Gunungkidul , Selasa (21/04/2026). Dalam e
Peringati Hari Kartini, MIN 1 Gunungkidul gelar upacara penuh khidmat
Ngawen, MIN 1 Gunungkidul --- Keluarga besar MIN 1 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di
Kegiatan Olahraga Renang diikuti para Murid Kelas 4 MIN 1 Gunungkidul
Ngawen, MIN 1 Gunungkidul --- Dalam upaya meningkatkan keterampilan olahraga berenang murid, Madrasah Ibtidaiyah 1 Gunungkidul mengadakan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan K
37 Siswa MIN 1 Gunungkidul Ikuti Tes Kemampuan Akademik Hari Pertama
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Sebanyak 37 siswa kelas 6 MIN 1 Gunungkidul mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Utama hari pertama, Rabu (22/4/2026) pagi. Terbagi menjadi dua sesi, se
Guru MIN 1 Gunungkidul Pelajari Konsep Sisihkan bukan Sisakan
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Dalam upaya menanamkan filosofi menabung yang tepat sejak dini, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul mendalami konsep manajemen keuanga
Guru MIN 1 Gunungkidul Pelajari Tips Mengelola Keuangan Pribadi
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Di samping membekali diri untuk mendidik siswa, jajaran guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul juga mendalami materi strategis mengenai t
Guru MIN 1 Gunungkidul Pelajari Pentingnya Perencanaan Keuangan bagi Pelajar
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Di tengah dinamika ekonomi yang kian kompleks, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul secara mendalam mempelajari pentingnya perencanaan
Guru MIN 1 Gunungkidul Pelajari Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar Indonesia
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Dalam rangka memperkuat basis pendidikan ekonomi di lingkungan madrasah, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul secara khusus mempelajari
Guru MIN 1 Gunungkidul Pelajari Figur Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Menanggapi fenomena gaya hidup digital yang kian masif di kalangan anak-anak, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul mendalami materi men
